Ada sebuah perjalanan... yang telah tertempuh berbulan dengan berbagai panorama dan aral yang terjelang. Masing-masing bermunajad, menanyakan jati dirinya dalam setiap kesah dan tawa.
Ada dua keturunan Adam dan Hawa yang masing-masing merasa tersesat dalam nuansa yang tak terperi indahnya, meski kadang tangis memburai dari hati yang terperam rindu dan kebencian atas kenyataan.
Ada sebuah rasa yang sangat dalam yang membuat hati yang terjebak di dalamnya enggan melenggang meski coba ingkarinya. Entah esok atau lusa atau kapan salah satu dari hati itu harus hancur diterpa masa dan putus asa dalam menempuh perjalanan ini.
Ada sebuah kisah... yang bagi kebanyakan insan tak semestinya terjadi... kisah yang teramat memiliki karma pedih yang teramat menyiksa jika dua insan berani menjalaninya... namun kami berada di sini beberapa lama, menantang pedihnya karma itu... karena merasakan nikmatnya sebuah anugerah cinta yang tak semua insan dianugerahkan kepadanya...
Ada sebuah masa... saat salah satu dari hati itu sekuat tenaga mencoba melarikan diri dari dunia yang dianggap mimpi ini dan kembali ke kenyataan yang entah ada atau tidak di luar sana...
Ada sebuah detak... yang akan selalu tetap berada di dalam dunia itu... sekuat tenaga menahan cemburu dan lara demi menjaga cintanya yang telah begitu merambah relung hati dan jiwanya... mungkin ia akan membatu di sana... hanya berbicara pada dirinya tentang perjalanan yang terhempas karma dan kenyataan...
Ada sebuah batas... yang masing-masing dari hati ini tak mampu melawannya... pilihannya hanya bertahan atau pergi... bertahan tuk mati memeluk cintanya atau pergi mengingkari rasanya dan berkelana dalam dunia yang lebih bebas...
Membatu dan memberinya kesempatan tuk mengepakkan sayap...
Tetap menjaga api cinta selalu menyala... agar menjadi panduan kekasihnya yang suatu saat kembali padanya...
Berteman DIA semata obat pelipur lara...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar